Selasa, 12 Mei 2015

keadilan

Kursi Keadilan
Hidayat
Walaupun hidupku hanya makan tempe dan tahu
Aku bangga dengan negeri ini
Negeri ini begitu indah
Dengan hadirnya gunung-gunung
Air laut yang berlarian di deburan ombak
Padang rumput yang indah bergoyang kesana kemari
Mengikuti hembusan angin
Tiap hari aku duduk di pojok derita negeri ini
Menikmati keindahan negeriku
Namun di sudut lain
Bencana di biarkan berpesta pora
Pemimpin-pemimpin perut buncit seharusnya kasihan
Melihat anak Porong
Terlantar di jalanan, mati kelaparan
Karena ulah dari pemimpin
Yang membiarkan lumpur panas bergejolak, bertingkah semaunya
Kadang aku bingung
Kemana demokrasi menghilang
Yang katanya…
Dari rakyat, untuk rakyat,dan oleh rakyat
Tapi apa….!
Bandit-bandit keparat
Membiarkan rakyat sekarat
Sampai rakyatpun
Menjadikan tumpukan sampah sebagai rumah makan
Yang menyediakan makanan dan minuman enak
Dan siap saji
Lihat saja...!
Mie basi mereka anggap Spageti dari Cina
Telor dadar basi di anggapnya Pizza dari Inggris
Aku kasihan melihat mereka
Dan aku yakin semua rakyat ingin keadilanmu,
Kejujuranmu dalam memimpin negeri ini
Ini pesanku
Untuk para pemimpin dan rakyat jelata negeri ini

Sumber : http://www.karyapuisi.com/2013/04/puisi-kursi-keadilan-hidayat.html#ixzz3Zyvq2Cm7

Tanggung jawab pelajar

Pelajar!!!
kau bukan seorang Preman Terpelajar
tugasmu seharusnya banyak belajar
bukan untuk saling hajar
apalagi sampai kejar mengejar
hingga teman jatuh terkapar
***
seiring mentari mulai bersinar
bangkitkan asamu yang masih segar
tumbuh kembangkan terus menjalar
masukan ilmu sesuai nalar
biar jiwamu semakin tegar
menghadapi gejolak yang menggelegar
walau seribu kali engkau mendengar
ajakan untuk berbuat onar
kau mampu menepis dengan sabar
sambil berkata bangga dan benar
aku adalah seorang pelajar

(sumber : fiksi.kompasiana.com)